Museum Palagan Ambarawa

admin 29-07-2018 Wisata Sejarah

Palagan Ambarawa merupakan sebuah monumen sejarah bangsa Indonesia yang terletak di pinggir jalan raya Ambarawa – Magelang, tepatnya di tengah kota Ambarawa lebih kurang 30 Km dari Kota Semarang. Dilengkapi dengan museum bernama Museum Isdiman yang menyimpan berbagai koleksi senjata, kendaraan tempur, pakaian dan barang lain yang dipergunakan dalam Pertempuran Ambarawa.

Dengan bentuk bangunan joglo sesuai arsitektur budaya Jawa Tengah, Museum Isdiman menjadi objek wisata yang menyediakan wisata edukasi. Wisatawan dapat memahami sejarah sambil mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan Negara tercinta ini.

Palagan Ambarawa was a monument to the history of Indonesia, located on the edge of the highway Ambarawa – Magelang, precisely in the city center Ambarawa approximately 30 km from the city of Semarang. Equipped with a museum called the Museum Isdiman which holds various collections of weapons, combat vehicles, clothing and other items used in the Battle of Ambarawa.

 With the shape of the building joglo appropriate cultural architecture of Central Java, Museum Isdiman become a tourist attraction that provides educational tours. Travelers can understand the history while the services of the heroes who have struggled to maintain this beloved country


 

MONUMEN PALAGAN AMBARAWA

        Monumen Palagan Ambarawa terletak di Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa. Monumen ini dibangun sebagai peringatan atas terjadinya pertempuran rakyat melawan sekutu dalam Pertempuran Ambarawa dan menghasilkan kemenangan untuk rakyat bersama Tentara Keamanan Rakyat/Badan Keamanan Rakyat (TKR/BKR) serta terusirnya Sekutu dari bumi Ambarawa. 
        Pertempuran yang berlangsung di Ambarawa dari tanggal 20 November 1945 hingga 15 Desember 1945 ini berlangsung dengan sengit dan heroik dimana kemenangan berada di pihak kita, bangsa Indonesia dan sekutu berhasil dipukul mundur keluar dari bumi Ambarawa. Pertempuran yang terkenal dengan nama Palagan Ambarawa ini berhasil berkat kerjasama antara rakyat dengan TKR/BKR masa itu di bawah komando Kolonel Sudirman (kala itu) dengan taktik perang Supit Udang.
        Bukanlah hal yang aneh apabila suatu peperangan dipastikan mengambil korban di kedua belah pihak. Pada pihak kita, Letkol. Isdiman yang turut berjuang dalam perang Palagan Ambarawa harus gugur karena bagian paha kakinya terkena berondongan tembakan sekutu yang menaiki pesawat mustang. Karena terlalu banyak perdarahan, nyawa Letkol Isdiman tak terselamatkan. Dan beliau gugur sehari kemudian pada tanggal 26. November 1945 di Magelang sebagai bunga bangsa. Untuk menghormati kepahlawanan Letkol. Isdiman, nama beliau pun diabadikan sebagai nama Museum  yang berada di kompleks Monumen Palagan Ambarawa, yaitu Museum Isdiman.

Related Post