Candi Gedongsongo

admin 29-07-2018 Wisata Budaya

Sebah kompleks candi yang berada di kaki gunung Ungaran tepatnya di desa Candi, kecamatan Bandungan yang berjarak 9 Km dari kota Ambarawa dan 12 Km dari kota Ungaran. Ditemukan oleh Raffles pada tahun 1804. Candi Gedongsongo termasuk salah satu peninggalan budaya Hindu dari zaman wangsa Sanjaya pada abad ke 8 (tahun 927 masehi). Juga merupakan wisata alam dengan hawa yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah juga dilengkapi pula dengan pemandian air panas, area perkemahan, dan wisata berkuda. Disekitar lokasi juga terdapat penginapan dan hotel.

A temple complex at the foot of the mountain Ungaran precisely in the Candi village, Bandungan districts within 9 km from the city Ambarawa and 12 Km from the city of Ungaran. Discovered by Raffles in 1804. Gedongsongo temple is one of the Hindu cultural heritage from the time of Sanjaya dynasty in the 8th century (in 927 AD). Also it is nature with a cool air and the beautiful natural scenery is also equipped with a hot water bath, campsite, and horse riding. Around the site there is also a lodging and hotel.

Candi Gedongsongo, Bandungan

Berkunjung ke Kabupaten Semarang belum lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Candi Gedongsongo. Daya Tarik Wisata yang menjadi ikon pariwisata Kabupaten Semarang ini terletak di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Selain dikenal dengan keindahan panorama alamnya, Candi Gedongsongo juga sarat akan nilai sejarah dan budaya.
Nama Candi Gedongsongo sendiri berasal dari Bahasa Jawa, Gedong berarti bangunan atau rumah dan Songo berarti sembilan, jadi candi ini memiliki arti candi yang berjumlah Sembilan. Meskipun demikian Candi Gedongsongo saat ini hanya memiliki 5 kelompok candi yang masih utuh.
Candi Gedongsongo dilihat dari arsitekturnya diperkirakan dibangun pada abad ke 7 sampai 9 Masehi dan memiliki ciri arsitektur seperti candi Hindu pada umumnya dimana bentuk puncaknya meruncing berbentuk tabung atau disebut ratna. Terdiri dari 3 tingkatan yaitu kaki candi, tubuh candi, dan atas candi yang disebut dengan istilah Bhurloka, Bhuvarloka dan Svarloka sesuai konsep pengajaran Hindu. Makna dari tingkatan itu sendiri adalah Bhurloka memiliki arti dunia manusia yang masih terpengaruh hawa nafsu. Sedangkan Bhuvarloka merupakan dunia di mana manusia mulai mensucikan diri namun belum sempurna. Tingkat terakhir, Svarloka merupakan tingkatan kesempurnaan dari perjalanan hidup manusia, atau bisa juga diartikan tempat para dewa.  
Candi Gedongsongo sangat cocok menjadi tujuan wisata keluarga. Saat masuk ke kawasan ini pengunjung dapat merasakan hawa sejuk dan udara yang dingin karena lokasinya yang berada di lereng Gunung Ungaran di Kawasan Bandungan yang merupakan dataran tinggi di Kabupaten Semarang. Selama di sini pengunjung dapat menikmati pemandangan yang tidak kalah indah dengan tempat wisata di daerah lain. Selain menikmati pemandangan, aktivitas wisata lainnya yang dapat dilakukan adalah trekking dari Candi Gedong I sampai Gedong V, berendam di kolam rendam air panas dengan sumber mata air asli dari Gunung Ungaran, wisata selfie di sejumlah spot foto / wahana buatan, serta wisata berkuda. Beragam fasilitas juga sudah disediakan, mulai dari rumah makan, toilet, papan informasi, mushola, tempat sampah, lahan parkir yang luas, toko souvenir dan penginapan yang berada di sekitar Kawasan Candi Gedongsongo.

Related Post