Bukit Cinta Rawa Pening

admin 29-07-2018 Wisata Buatan

Terletak di desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru. Bukit Cinta Rawa Pening menyuguhkan panorama telaga yang membiru serta pesona hijaunya bukit Brawijaya. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti dermaga perahu wisata untuk mengelilingi telaga, parkir luas, gazebo / gardu pandang, dan taman bermain anak. Bukit Cinta Rawa Pening juga berpotensi sebagai kawasan pusat olah raga air seperti dayung, ski air, parasailing, dsb.

Located in the Kebondowo village, Banyubiru District. Bukit Cinta Rawa Pening presents a panoramic views of blue lakes and green hills charm Brawijaya. Bukit Cinta Rawa Pening is equipped with various facilities such as small dock basement for the tour boat around the lake, spacious parking, observation post, and a children’s playground. Bukit Cinta Rawa Pening is also a potential regional center of water sports such as rowing, water skiing, parasailing, etc.
 

Bukit Cinta Rawa Pening, Banyubiru

Bukit Cinta Rawa Pening merupakan tempat wisata alam yang berada di tepi Danau Rawa Pening yang menyuguhkan kolaborasi pemandangan menakjubkan antara perbukitan dan perairan. Terletak di Jalan Raya Salatiga - Ambarawa, tepatnya di Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, membuat lokasi Bukit Cinta Rawa Pening ini sangat strategis. Kondisi jalan yang baik sehingga mudah diakses oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bukit Cinta Rawa Pening dulunya pada saat zaman penjajahan Belanda di Indonesia berfungsi sebagai gardu pantau pertumbuhan tanaman enceng gondok. Tujuan dibangunnya tempat ini yaitu untuk mengendalikan pertumbuhan tanaman enceng gondok. Kemudian pada tahun 1975, pemerintah setempat mengubah tempat tersebut menjadi Spot Gardu Pandang. Tahun 1983, tempat tersebut mulai populer berganti nama menjadi Bukit Cintakarena banyaknya pemuda-pemudi yang pergi ke Bukit Cinta untuk memadu kasih.
Selain itu terdapat legenda yang beredar di masyarakat sekitar mengenai Rawa Pening yang menjadi pemandangan indah di Bukit Cinta Rawa Pening yaitu Legenda Baru Klinting. Konon Rawa Pening terbentuk dari lidi yang dicabut oleh Baru Klinting yang merupakan putra dari jelmaan ular naga. Dari bekas cabutan lidi tersebut mengeluarkan air terus menerus hingga menenggelamkan sebuah pedesaan dan jadilah sebuah rawa.
Banyak aktivitas wisata yang dapat pengunjung lakukan di Bukit Cinta Rawa Pening. Bagi pengunjung yang sekedar ingin menikmati pemandangan Rawa Pening, terdapat pendopo di atas bukit dan beberapa tempat duduk di taman yang cocok untuk menikmati pemandangan. Selain itu dermaga di tepi danau menjadi tujuan utama pengunjung berkunjung ke Bukit Cinta Rawa Pening untuk tempat berfoto. Jika ingin mengelilingi rawa, pengunjung dapat menyewa perahu yang disediakan masyarakat sekitar. Tersedia juga tempat bermain anak dan gazebo-gazebo.
Bukit Cinta Rawa Pening telah memiliki sarana dan fasilitas yang memadai seperti mushola dan toilet yang bersih, ruang parkir cukup luas, jalur khusus disabilitas, tempat souvenir kerajinan eceng gondok khas Rawa Pening, serta ada banyak kios penjual makanan dan minuman di depan lokasi wisata.

Related Post